Pdt. Benny Tambunan-Ibu Novi Tambunan and Alpian Hutabarat-Bunga Hutabarat
Alpian Hutabarat. and Bunga Hutabarat
Benny Tambunan & Novi Tambunan
Bunga Roselina at Anyer Beach
Alpian Hutabarat Memimpin diskusi Sekolah Sabat
Alpian Hutabarat & Bunga Roselina Pandiangan
Banner Reatreat GMAHK Jemaat Jambrut

Sabtu, 26 Desember 2015

SABAT TERAKHIR TAHUN 2015


Sabat terakhir 2015, tepatnya Sabtu, 26 Desember 2015, GMAHK Jemaat melakukan beberapa aktivitas khusus seperti : Memadukan acara kebaktian Sabat seperti Sekolah Sabat, Khotbah, Acara Perayaan  Hari Ibu, Baptisan dan juga pelantikan Master Guide.

Selesai acara Diskusi Pelajaran Sekolah Sabat yang dipimpin oleh Pdt. Benny Tambunan dan Pdt. John Waworuntu, dilaksanakan Acara Baptisan untuk Djulio Fernando Putra Hutabarat. Baptisan dipimpin oleh Pdt. Benny Tambunan setelah terlebih dahulu memeriksa calon Baptisan dengan membacakan 13 pertanyaan dan ditambahkan dengan 1 pertanyanyaan terkait dengan penggunaan perhiasan.

Pendeta yang membaptis, sama-sama turun ke dalam kolam baptisan yang sudah disiapkan dalam gereja. Dengan di awali dengan doa kemudian Pendeta Benny Tambunan membaptiskan Djulio Fernando Putra Hutabarat "karena imanmu dan kepercayaanmu menerima Yesus menjadi Juruselamatmu pribadi, maka saya selaku hamba Allah membaptiskan engkau dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Baptisan dibenamkan ke dalam air lalu diangkat kembali.

Pada acara khotbah diadakan acara penerimaan anggota dengan menyerahkan Sertifikat Baptisan dan ucapan selamat yang untuk mewakili Jemaat oleh Ibu Ida Tamboen selaku Ketua, dan Pdt. M. Siagian mewakili organisasi GMAHK se-dunia.

Pemeriksaan Calon Baptisan, Djulio Fernando Putra Hutabarat

Baptisan Djulio di kolom Baptisan oleh Pdt. Benny Tambunan



Penrimaan Anggota oleh Pdt. Jemaat dan Sekretaris Jemaat
Intan Ritonga Menyematkan Kembang kepada Ibunda Itje Ritonga



Sabatini Menyematkan Kembang kepada Ibunda Litje Rajagukguk

Gisela Menyemakan Kembang kepada Ibunda Mery Waworuntu 

Andreas Menyemakan kembang kepada Ibudan Novi Tambunan

Esther Menyematkan Kembang kepada Ibunda Bunga Hutabarat

Astrid menyematkan kembang kepada Ibunda Butet Lumentut

Setelah acara Sabat, dan Makan siang, dilaksanakan upacara pelantikan Master Guide, atas nama Vecky Waworuntu
Mencopot Kacu Pathfinder dan Menyematan Gacu Master Guide serta penyematan Pin


Master Guide GMAHK Jemaat Jambrut

Master Guide Pria

Keluarga A. Hutabarat

Bapak A. Hutabarat dan Ibu Hutabarat

Filly Sumayku dan Anneke S.

Keluarga Pdt. Benny Tambunan

Dion, Ida Tamboen dan Simon

Daniel Bagariang


Ibu Pendeta Alex Hendrik, Naomi Hendriks memaparkan bahwa ada 5 sifat istri
1. Expector Wife
Tipe istri ini adalah tidak mau mengurus keluarganya, bila anak-anak butuh makan cukup membeli saja, tidak memperdulikan keadaan rumahnya, anak dan suaminya. Suka hanya memuaskan keinginannya saja.
2. Disillusion Wife
Tipe istri ini adalah istri yang suka menggosip
3. Partisan Wife
Tipe ini adalah istri yang hanya menjadi bagian dari kekeluarga, tetapi tidak memiliki peran penting dalam keluarga.
4. Manager Wife
Tipe ini adalah istri yang suka mengatur suaminya, dan sesuai dengan keinginan hatinya
5. Partner Wife
Tipe ini adalah istri yang menjadi partner suaminya untuk seumur hidupnya. Mengurur suaminya dengan baik.

Jumat, 25 Desember 2015

SUSUNAN PELAYAN JEMAAT 2014

SUSUNAN PELAYAN JEMAAT GMAHK JAMBRUT 2014

SUSUNAN PELAYAN JEMAAT GMAHK JEMAAT JAMBRUT
MASA KERJA TAHUN 2014
HASIL KERJA PANITIA PEMILIH
 NOVEMBER 2014


1.  Ketua                : Ida Tamboen
    Ketua                : Victor Lanes
    Ketua                : Vecky Waworuntu
    Ketua                : Palmer Sagala
2.  Sekretaris           : Intan Uktolseja
3.  Bendahara            : Olga Utomo 
   Wakil Bendahara      : Felly Pandoy
4.  Pimpinan Diakon      : Herry Wijaya
5.  Pemimpin Diakones    : Novi Tambunan
6.  Pemimpin Penginjilan Perorangan: Nurhayati Gani
   Sekretaris Penginjilan Perorangan: Alpian Hutabarat
7. Pemimpin Sekolah Sabat: Tagor Uktolseja
   Wakil Pemimpin Sekolah Sabat Jambrut : Lamdor Rajagukguk
   Wakil Pemimpin Sekolah Sabat Jatisari: Janter Bagariang
   Sekretaris Pemimpin Sekolah Sabat    : Astrid Lumentut 
                                        : Imelda Benjamin
8. Pemimpin Evangelisasi Anak-anak: Joice Sagala
   Wakil Pemimpin Evangelisasi Anak-anak: Angela Lanes
9. Pemimpin Bakti Wanita Advent: Ade Tuturoong
   Wakil Pemimpin Bakti Wanita Advent : Stella Wijaya
10.Pemimpin Dorkas       : Merry Waworuntu
   Wakil Pemimpin Dorkas : Seno Sibgariang
11.Pemimpin Rumah Tangga : Anneke Sumayku
   Wakil Pemimpin Rumah Tangga : Eveline Siagian
12.Pempimpin Pelmas dan Kekebasan Beragaman: Maurits Ritonga
13.Pemimpin Komunikasi   : Filly Sumayku
   Wakil Pemimpin Komunikasi: Winda Sudarma
14.Pemimpin Pemuda Advent: Felly Pandoy
   Wakil Pemimpin Pemuda Advent: Andreas Tambunan
   Sekretaris Pemimpin Pemuda Advent: Retty Tobing
15.Pemimpin Dept. Kesehatan dan Pertarakan: Jan Tuturoong
16.Pemimpin Roh Nubuat dan Penerbitan: Pdt. John Waworuntu
17.Pemimpin Pathfinder & Adventurer: Novi Tambunan
   Wakil Pemimpin Pathfinder & Adventurer : Astrid Lumentut
18.Pemimpin Musik         : Bunga Hutabarat
   Wakil Pemimpin Musik   : Edy Todindi
19.Pemimpin Filantropi    : Felly Yap
20.Pemimpin Dept. Penatalayanan: Pdt. M. Siagian




Anggota Diakon
  1. Lamdor Rajagukguk
  2. Tagor Uktolseja
  3. Adi Gani
  4. Didi Sumayku
  5. Alpian Hutabarat
  6. Broery Sumayku
  7. Yovan S.
  8. Henry Simanjuntak
  9. Torkis Simanjuntak
  10. Dolfie Assa
  11. Theo Lumentut
  12. Aryanto
  13. Deren Yap

Anggota Diakones
  1.  Kitty Tuturoong
  2. Angela Leedy Lanes
  3. Lina Sumayku
  4. Felly Pandoy
  5. Lintje Rajagukguk
  6. Merry Waworunty
  7. Yenny Nanuru
  8. Stella Wijaya
  9.  Ida Simanjuntak
  10. Seno Sibagariang
  11. Bunga Hutabarat
  12. Joice Sagala
  13. Sompo Ansar
  14. Intan Uktolseja
  15. Ietje Ritonga
MAJELIS JEMAAT TAHUN 2014

  1. Gembala Jemaat       : Pdt. Benny Tambunan
  2. Ketua                : Ida Tamboen
  3. Ketua                : Victor Lanes
  4. Ketua                : Vecky Waworuntu
  5. Ketua                : Palmer Sagala 
  6. Sekretaris           : Intan Uktoseja
  7. Bendahara            : Olga Utomo 
  8. Pimpinan Diakon      : Herry Wijaya
  9. Pemimpin Diakones    : Novi Tambunan
  10. Pemimpin Penginjilan Perorangan: Nurhayati Gani
  11. Sekretaris Penginjilan Perorangan: Alpian Hutabarat
  12. Pemimpin Sekolah Sabat: Tagor Uktolseja
  13. Pemimpin Evangelisasi Anak-anak: Joice Sagala
  14. Pemimpin Bakti Wanita Advent: Ade Tuturoong
  15. Pemimpin Dorkas       : Merry Waworuntu
  16. Pemimpin Rumah Tangga : Anneke Sumayku
  17. Pempimpin Pelmas dan Kekebasan Beragaman: Maurits Ritonga
  18. Pemimpin Komunikasi   : Filly Sumayku
  19. Pemimpin Pemuda Advent: Felly Pandoy
  20. Pemimpin Dept. Kesehatan dan Pertarakan: Jan Tuturoong
  21. Pemimpin Roh Nubuat dan Penerbitan: Pdt. John Waworuntu
  22. Pemimpin Musik         : Bunga Hutabarat
  23. Pemimpin Filantropi    : Felly Yap
  24. Pemimpin Dept. Penatalayanan: Pdt. M. Siagian

MEMPELAJARI ALKITAB

BAGAIMANA KITA MEMAHAMI AKLITAB ?

Click to View

Kita belajar Alkitab untuk memperoleh kebenaran, bukan hanya asal terima, apalagi tanpa pertimbangan dan belajar secara mendalam,

Perhatikan kutipan berikut ini:
"Kita tidak akan dapat memperoleh akal-budi tanpa perhatian yang sungguh-sungguh disertai belajar dengan doa yang tekun. Beberapa bagian dari pada Kitab Suci itu memang begitu mudah untuk tidak disalah pahami, tetapi ada pula yang lain yang artinya tidaklah terletak pada permukaan yang dapat dilihat hanya sekilas Pengenalan Akan Allah saja. Bagian-bagian Kitab Suci itu haruslah dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya. Harus diadakan penyelidikan yang hati-hati disertai perhatian dan doa yang tekun. Cara belajar yang demikian memang amat banyak manfaatnya. Seperti seorang penambang yang menemukan saluran barang-tambang yang amat berharga tersembunyi
di bawah bumi, demikianlah orang yang dengan tekun menyelidiki firman Allah seperti mencari permata-permata kebenaran yang tiada ternilai harganya, yang tersembunyi dari pandangan orang yang mencari dengan sembrono. Firman yang diilhamkan Allah, ditimbang-timbang dalam hati, akan menjadi seperti sungai yang mengalir dari pancaran kehidupan itu."
Kebahagiaan Sejati hal. 77

Sebagai contoh:
Mengapa Musa tidak bisa masuk ke Tanah Kanaan? Apa Dosa yang Musa lakukan sehingga dia tida diperkenankan Allah masuk ke Tanah Kanaan?

Pada umumnya akan di jawab, Karena musa memukul batu itu untuk mengeluarkan air, Padahal Tuhan memerintahkan Musa untuk berbicara kepada batu itu. Bahkan Pendeta pun memberikan jawaban yang sama.

Apakah fakta Alkitab seperti itu?

Mari kita baca kutipan di bawah ini
Keluaran 17:6
"Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel."

Dari kutipan Alkitab ini jelas bahwa perintah Tuhan kepada Musa "...haruslah kau pukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air". Tuhan yang memerintah Musa untuk memukul gunung batu itu tetapi mengapa Musa berdosa saat Musa melakukan perintah Tuhan?

Bilangan 20:9
"Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya."

Sekali lagi dipertegas, bahwa Musa memukul Gunung Baru itu hingga mengeluarkan air adalah atas perintah Tuhan.

Jadi apakah yang menyebabkan Tuhan menyalahkan Musa atas tindakannya sehingga dia tidak diperkenankan memasuki tanah Kanaan?

Bilangan 20:12  
"Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

Pemazmur mengatakan, "Ia Teledor dengan kata-katanya."
Mazmur 106:32,33
"Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka;
sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya."

Apakah rupanya yang dikatakan oleh Musa, sehingga Ia disebut teledor?
Perhatikan kutipan berikut:
Bilangan 20:10
"Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"

"Musa telah berkata-kata dengan perasaan marah; kata-katanya merupakan suatu ungkapan nafsu manusia gantinya sebagai kemarahan yang baik oleh karena Allah dihinakan dalam hal ini."
Alfa dan Omega 1 hal, 500
Musa telah menunjukkan sikap tidak percaya kepada Allah, "Apakah kami harus mengeluakan air bagimu dari bukit batu ini?". Alfa dan Omega 1 hal, 501

Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun, "Karena kamu tidak percaya kepadaKu dan tidak menghormati kekudusanKu di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaat ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka" Alfa dan Omega 1 hal, 503

Mengapa kesalahan yang "kecil" itu tidak bisa dimaafkan oleh Tuhan?
Allah yang di surga adalah Pemerintah yang tidak pernah memihak, dan dalam keadaan apapun tidak pernah membenarkan dosa. Tetapi sedikit saja orang yang menyadari betapa kejinya dosa itu. Manusia mendustai diri mereka sendiri dengan berpikir bahwa Allah terlalu baik untuk mau menghukum orang-orang yang melanggar.

Allah telah mengampuni orang banyak atas pelanggaran mereka yang lebih besar, tetapi Ia tidak dapat memperlakukan dosa yang ada di dalam diri Pemimpin-pemimpin sama seperti dosa-dosa yang ada di dalam diri orang-orang yang dipimpin. 

Kesetiaan kepada masa lampau tidak dapat menebus satu kesalahan pun. Lebih besar terang dan kesempatan diberikan kepada manusia, maka lebih besar pulalah hukumannya. Alfa dan Omega 1 hal, 505 

Roh meninggikan diri, kecenderungan untuk mengkritik saudara-saudara kita tidaklah menyenangkan Allah. Alfa dan Omega 1 hal, 506

Setan akan menyerang kita pada titik-titik kelemahan kita, tetapi kita tidak perlu dikalahkan.  Alfa dan Omega 1 hal, 507

Semoga bermanfaat...